..Selamat datang di Blog Sederhana Saya..

Minggu, 13 Februari 2011

5 Kiat Pakai ~twitter Untuk Hidup Lebih Happy


Selain bisa menjadi media penyebaran informasi yang sangat cepat, situs microblogging Twitter juga bisa membuat seseorang lebih bahagia. Tak percaya? Simak 5 poin berikut dan Andapun akan menjadi seorang pengguna Twitter yang lebih bermanfaat:

1. Nge-tweet untuk Berbagi Pelajaran Hidup
Berbagi kebijakan dan pelajaran hidup di Twitter akan memberi manfaat bagi orang lain. Tentu Anda akan merasa lebih baik ketika mengetahui bahwa follower Anda belajar sesuatu dari apa yang telah Anda alami.

2. Mencari Dorongan Semangat
Twitter bisa membantu saat Anda membutuhkan dorongan semangat. Dalam kondisi sulit, tak ada salahnya Anda mengungkapkannya di Twitter. Sejumlah follower Anda mungkin akan menyemangati Anda atau memberikan tips-tips yang berguna.

3. Nge-tweet untuk Menjaring Relasi
Sejumlah relasi yang menjadi follower Anda mungkin ingin mengetahui kondisi terkini tentang Anda dan apa kesibukan Anda sekarang. Bagi yang sedang bergelut dengan bisnis, Twitter mungkin menguntungkan untuk menjaring konsumen atau relasi baru.

4. Peredam Kekesalan
Saat Anda kesal, Andapun bisa meluapkannya di Twitter. Kekesalan yang terluap kadang akan menenangkan Anda daripada dipendam. Akan tetapi ingat, jangan terlalu sering melakukannya dan hindari memakai kata-kata umpatan karena itu akan merusak reputasi Anda sendiri.
5. Jaring Teman Baru

Twitter bisa menjadi sarana mencari teman baru yang sesuai dengan ketertarikan Anda akan sesuatu. Hal ini tentunya penting bagi mereka yang mengalami kesulitan melakukannya di dunia maya.

Beginilah cara Wikileaks membongkar data rahasia AS


Wikileaks yang didirikan oleh Julian Assange (39) telah menggemparkan dunia dengan pembongkaran kawat-kawat rahasia Amerika Serikat. Bahkan Julian sudah menjadi tahanan polisi Inggris namun dengan tuduhan kejahatan sexual.

Banyak yang mempertanyakan bagaimana Julian memperoleh data-data rahasi itu. Ternyata data-data rahasia ini begitu mudah didapatkan dari seorang tentara AS berpangkat rendah bernama Bradley Manning (23) yang memiliki akses ke Siprnet (secret internet protocol router network distribution), yaitu jejaring database yang dibuat untuk menghubungkan personil militer AS di seluruh dunia.

Manning bahkan tidak begitu kesulitan dalam mengambil data-data ini. Dia hanya membutuhkan memory stick untuk mengambilnya. Hal yang membuat dia tidak diketahu ketika mencuri data tersebut cukuplah simple. Dia menggunakan CD dengan label Lady Gaga yang isinya sudah dihapus untuk menyalin data-data tersebut.

“Tidak ada yang mencurigainya. Saya pura-pura mendengarkan dan berlagak menyanyikan lagu Lady Gaga ‘Telephone’ ketika saya memasuki data bocor terbesar dalam sejarah. Hillary Clinton dan ribuan diplomat di seluruh dunia akan terkena serangan jantung ketika mereka mendapati pada pagi hari rahasia kebijakan internasionalnya tersedia untuk publik,” ujar Manning seperti dilansir dari The Guardian.

Ini merupakan sebuah kesalahan yang cukup fatal bagi Pentagon dalam melindungi data-datanya. Begitu mudahnya data super rahasia ini disalin dengan menggunakan memory stick dan CD. MaSuk

5 "cara mengubah prilaku teman yang buruk terhadap anda"

Ada banyak cara menghadapi masalah ini, antara lainnya :

1. Dengarkan teman Anda. Ada saatnya masalah yang dihadapi berawal dari miskomunikasi. Beberapa masalah yang sering muncul biasanya terjadi karena tidak adanya klarifikasi. Oleh karena itu, dengarkan teman Anda dan klarifikasi semua kesalah pahaman yang ada.

2. Ulangi lagi permintaan mereka. Rasa benci yang muncul karena kesukaan terhadap rekan kerja seringkali membutakan Anda. Semua perkataan yang benar ada kalanya terdengar salah di telinga Anda. Untuk menyikapi masalah ini, minta dia untuk mengulangi semua permintaan, pernyataan, pertanyaan, atau instruksi dari dia. Benar-benar yakinkan kalau Anda sepaham dengan dirinya agar tidak terjadi kesalahan.

3. Tetap tenang. Memang ada saatnya Anda sangat ingin memukul rekan kerja. Namun, Anda harus tenang. Jangan buang waktu Anda untuk hal yang tidak berguna.

4. Lawan api dengan air. Saat rekan kerja Anda sedang mengamuk, tetaplah duduk tenang. Jangan biarkan emosi Anda membiarkan semuanya hancur. Tunggulah sampai rekan Anda tersebut tenang dan tanyalah kapan waktu terbaik untuk membahas masalah tersebut.

5. Anda berharga. Jika Anda berpikir kalau sedang di posisi yang tidak menyenangkan, percayalah kalau rekan Anda juga berpikiran hal yang sama. Saling mengingatkan antar rekan kalau Anda berharga dan Anda saling membutuhkan.

Satu hal yang patut Anda ingat, mengubah sikap mereka bukanlah pekerjaan Anda. Jadi, jangan takut untuk mengoreksi teman Anda, tetapi khawatirlah bagaiman menghadapi rekan kerja saat mereka sedang menyebalkan. Selalu ingat tujuan Anda dan hindari buat masalah sebanyak mungkin. Selamat mencoba!

Rabu, 09 Februari 2011

Beberapa persiapan yang harus anda baca sebelum berlatih... semoga sukses

  1. TIdak perlu tegang dan selalu berpikir bahwa belajar drumadalah hobi dan bukan sesuatu pekerjaan yang dipaksakan untuk kita pelajari.
  2. Belilah stik drum sendiri untuk dipakai latihan, dan jangan memakai stick drum teman karena anda harus terbiasa menggunakan stick drum sendri.
  3. Belilah Metronome, metronome adalah alat yang sanat penting untuk belajar bermain drum, karena untuk bisa mempertahankan tempo dari musik yang akan dimainkan.
  4. Sebelum latihan dengar beberapa lagu untuk merangsang kepekaan telinga anda mendengarkan ketukan lagu.
  5. Pakailah sepatu untuk berlatih.
  6. Jangan dulu memakai berbagai aksesoris ditangan anda sebab itu dapat membuat ketidaknyamanan dalam belajar, karena anda masih dalam tahap belajar.
  7. Guntinglah kuku anda, karena bisa melukai telapak tangan dan membuat ketidaknyamanan saat belajar bermain drum.
  8. Selalu percaya diri dan ingat semua pemain drum yang terkenal memulainya dari latihan dan latihan secara terus menerus.

Ingat untuk mendapatkan sesuatu itu tidak ada yang instant...hehehe

Sabtu, 05 Februari 2011

"CINTA tak harus MEMILIKI ~

seorangayah.wp.com, Khusus buat laki-laki nih bacaannya (wanita juga gpp seh) Sudah menikah? atau belum menikah? Atau akan menikah?, moga tulisan berikut dapat menjadi pelajaran kepada kita bahwa CINTA TAK HARUS MEMILIKI.

Bagaimana perasaan kita jika pada suatu hari ingin melamar seorang wanita, karena kita adalah orang pendatang, maka, diperlukan-lah teman yang menemani untuk melamar tersebut. Kita sudah membawa berbagai barang dan perhiasan untuk melamar gadis pujaan. Sesampainya di rumah calon mertua, dan maksud melamar sudah tersampaikan eh…sang wanita tertarik kepada teman kita bukan kita. Bagaimana sikap Anda? dan ini kisah nyata loh.

Baca kisah menariknya berikut ini,

Salman Al Farisi memang sudah waktunya menikah. Seorang wanita Anshar yang dikenalnya sebagai wanita mukminah lagi shalihah juga telah mengambil tempat di hatinya. Tentu saja bukan sebagai kekasih. Tetapi sebagai sebuah pilihan dan pilahan yang dirasa tepat. Pilihan menurut akal sehat. Dan pilahan menurut perasaan yang halus, juga ruh yang suci.

Tapi bagaimanapun, ia merasa asing di sini. Madinah bukanlah tempat kelahirannya. Madinah bukanlah tempatnya tumbuh dewasa. Madinah memiliki adat, rasa bahasa, dan rupa-rupa yang belum begitu dikenalnya. Ia berfikir, melamar seorang gadis pribumi tentu menjadi sebuah urusan yang pelik bagi seorang pendatang. Harus ada seorang yang akrab dengan tradisi Madinah berbicara untuknya dalam khithbah. Maka disampaikannyalah gelegak hati itu kepada shahabat Anshar yang dipersaudarakan dengannya, Abu Darda’.

”Subhanallaah.. wal hamdulillaah..”, girang Abu Darda’ mendengarnya. Mereka tersenyum bahagia dan berpelukan. Maka setelah persiapan dirasa cukup, beriringanlah kedua shahabat itu menuju sebuah rumah di penjuru tengah kota Madinah. Rumah dari seorang wanita yang shalihah lagi bertaqwa.

”Saya adalah Abu Darda’, dan ini adalah saudara saya Salman seorang Persia. Allah telah memuliakannya dengan Islam dan dia juga telah memuliakan Islam dengan amal dan jihadnya. Dia memiliki kedudukan yang utama di sisi Rasulullah Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam, sampai-sampai beliau menyebutnya sebagai ahli bait-nya. Saya datang untuk mewakili saudara saya ini melamar putri Anda untuk dipersuntingnya.”, fasih Abud Darda’ bicara dalam logat Bani Najjar yang paling murni.

”Adalah kehormatan bagi kami”, ucap tuan rumah, ”Menerima Anda berdua, shahabat Rasulullah yang mulia. Dan adalah kehormatan bagi keluarga ini bermenantukan seorang shahabat Rasulullah yang utama. Akan tetapi hak jawab ini sepenuhnya saya serahkan pada puteri kami.” Tuan rumah memberi isyarat ke arah hijab yang di belakangnya sang puteri menanti dengan segala debar hati.

”Maafkan kami atas keterusterangan ini”, kata suara lembut itu. Ternyata sang ibu yang bicara mewakili puterinya. ”Tetapi karena Anda berdua yang datang, maka dengan mengharap ridha Allah saya menjawab bahwa puteri kami menolak pinangan Salman. Namun jika Abu Darda’ kemudian juga memiliki urusan yang sama, maka puteri kami telah menyiapkan jawaban mengiyakan.”

Jelas sudah.

Keterusterangan yang mengejutkan, ironis, sekaligus indah. Sang puteri lebih tertarik kepada pengantar daripada pelamarnya! Itu mengejutkan dan ironis. Tapi saya juga mengatakan indah karena satu alasan; reaksi Salman.

Bayangkan sebuah perasaan, di mana cinta dan persaudaraan bergejolak berebut tempat dalam hati. Bayangkan sebentuk malu yang membuncah dan bertemu dengan gelombang kesadaran; bahwa dia memang belum punya hak apapun atas orang yang dicintainya. Mari kita dengar ia bicara.

”Allahu Akbar!”, seru Salman, ”Semua mahar dan nafkah yang kupersiapkan ini akan aku serahkan pada Abu Darda’, dan aku akan menjadi saksi pernikahan kalian!”

Cinta tak harus memiliki.

Dan sejatinya kita memang tak pernah memiliki apapun dalam kehidupan ini. Salman mengajarkan kita untuk meraih kesadaran tinggi itu di tengah perasaan yang berkecamuk rumit; malu, kecewa, sedih, merasa salah memilih pengantar –untuk tidak mengatakan ’merasa dikhianati’-, merasa berada di tempat yang keliru, di negeri yang salah, dan seterusnya. Ini tak mudah. Dan kita yang sering merasa memiliki orang yang kita cintai, mari belajar pada Salman. Tentang sebuah kesadaran yang kadang harus kita munculkan dalam situasi yang tak mudah.

Sergapan rasa memiliki terkadang sangat memabukkan. Rasa memiliki seringkali membawa kelalaian. Kata orang Jawa, ”Milik nggendhong lali”. Maka menjadi seorang manusia yang hakikatnya hamba adalah belajar untuk menikmati sesuatu yang bukan milik kita, sekaligus mempertahankan kesadaran bahwa kita hanya dipinjami. Inilah sulitnya. Tak seperti seorang tukang parkir yang hanya dititipi, kita diberi bekal oleh Allah untuk mengayakan nilai guna karuniaNya. Maka rasa memiliki kadang menjadi sulit ditepis.

=====

Jumat, 04 Februari 2011

SEJARAH AL-KINDI


Al-Kindi tak sekedar menerjemahkan karya-karya filsafat Yunani, namun dia juga menyimpulkan karya-karya filsafat Helenisme. Salah satu kontribusinya yang besar adalah menyelaraskan filsafat dan agama.

”Al-Kindi adalah salah satu dari 12 pemikir terbesar di abad pertengahan,” cetus sarjana Italia era Renaissance, Geralomo Cardano (1501-1575). Di mata sejarawan Ibnu Al-Nadim, Al-Kindi merupakan manusia terbaik pada zamannya. Ia menguasai beragam ilmu pengetahuan. Dunia pun mendapuknya sebagai filosof Arab yang paling tangguh.

Ilmuwan kelahiran Kufah, 185 H/801 M itu bernama lengkap Abu Yusuf Ya’qub bin Ishak bin Sabah bin Imran bin Ismail bin Muhammad bin Al-Asy’ats bin Qais Al-Kindi. Ia berasal dari sebuah keluarga pejabat. Keluarganya berasal dari suku Kindah — salah satu suku Arab yang besar di Yaman — sebelum Islam datang. Nenek moyangnya kemudian hijrah ke Kufah.

Ayahnya bernama Ibnu As-Sabah. Sang ayah pernah menduduki jabatan Gubernur Kufah pada era kepemimpinan Al-Mahdi (775-785) dan Harun Arrasyid (786-809). Kakeknya Asy’ats bin Qais kakeknya AL-Kindi dikenal sebagah salah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW. Bila ditelusuri nasabnya, Al-Kindi merupakan keturunan Ya’rib bin Qathan, raja di wilayah Qindah.

Pendidikan dasar ditempuh Al-Kindi di tanah kelahirannya. Kemudian, dia melanjutkan dan menamatkan pendidikan di Baghdad. Sejak belia, dia sudah dikenal berotak encer. Tiga bahasa penting dikuasainya, yakni Yunani, Suryani, dan Arab. Sebuah kelebihan yang jarang dimiliki orang pada era itu.

Al-Kindi hidup di era kejayaan Islam Baghdad di bawah kekuasaan Dinasti Abbasiyah. Tak kurang dari lima periode khalifah dilaluinya yakni, Al-Amin (809-813), Al-Ma’mun (813-833), Al-Mu’tasim, Al-Wasiq (842-847) dan Mutawakil (847-861). Kepandaian dan kemampuannya dalam menguasai berbagai ilmu, termasuk kedokteran, membuatnya diangkat menjadi guru dan tabib kerajaan.

Khalifah juga mempercayainya untuk berkiprah di Baitulhikmah (House of Wisdom) yang kala itu gencar menerjemahkan buku-buku ilmu pengetahuan dari berbagai bahasa, seperti Yunani. Ketika Khalifah Al-Ma’mun tutup usia dan digantikan puteranya, Al-Mu’tasim, posisi Al-Kindi semakin diperhitungkan dan mendapatkan peran yang besar. Dia secara khusus diangkat menjadi guru bagi puteranya.

Al-Kindi mampu menghidupkan paham Muktazilah. Berkat peran Al-Kindi pula, paham yang mengutamakan rasionalitas itu ditetapkan sebagai paham resmi kerajaan. Menurut Al-Nadhim, selama berkutat dan bergelut dengan ilmu pengetahuan di Baitulhikmah, Al-Kindi telah melahirkan 260 karya. Di antara sederet buah pikirnya dituangkan dalam risalah-risalah pendek yang tak lagi ditemukan. Karya-karya yang dihasilkannya menunjukan bahwa Al-Kindi adalah seorang yang berilmu pengetahuan yang luas dan dalam.

Ratusan karyanya itu dipilah ke berbagai bidang, seperti filsafat, logika, ilmu hitung, musik, astronomi, geometri, medis, astrologi, dialektika, psikologi, politik dan meteorologi. Bukunya yang paling banyak adalah geometri sebanyak 32 judul. Filsafat dan kedokteran masing-masing mencapai 22 judul. Logika sebanyak sembilan judul dan fisika 12 judul.

Buah pikir yang dihasilkannya begitu berpengaruh terhadap perkembangan peradaban Barat pada abad pertengahan. Karya-karyanya diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan bahasa Eropa. Buku-buku itu tetap digunakan selama beberapa abad setelah ia meninggal dunia.

Al-Kindi dikenal sebagai filosof Muslim pertama, karena dialah orang Islam pertama yang mendalami ilmu-ilmu filsafat. Hingga abad ke-7 M, filsafat masih didominasi orang Kristen Suriah. Al-Kindi tak sekedar menerjemahkan karya-karya filsafat Yunani, namun dia juga menyimpulkan karya-karya filsafat Helenisme. Salah satu kontribusinya yang besar adalah menyelaraskan filsafat dan agama.

Setelah era Khalifah AL-Mu’tasim berakhir dan tampuk kepemimpin beralih ke Al-watiq dan Al-Mutawakkil, peran Al-Kindi semakin dipersempit. Namun, tulisan kaligrafinya yang menawan sempat membuat Khalifah kepincut. Khalifah AL-Mutawakkil kemudian mendapuknya sebagai ahli kaligrafi istana. Namun, itu tak berlangsung lama.

Ketika Khalifah Al-Mutawakkil tak lagi menggunakan paham Muktazilah sebagai aliran pemikiran resmi kerajaan, Al-Kindi tersingkir. Ia dipecat dari berbagai jabatan yang sempat diembannya. Jabatannya sebagai guru istana pun diambil alih ilmuwan lain yang tak sepopuler Al-Kindi. Friksi pun sempat terjadi, perpustakaan pribadinya sempat diambil alih putera-putera Musa. Namun akhirnya Al-Kindiyah – perpustakaan pribadi itu – dikembalikan lagi.

Sebagai penggagas filsafat murni dalam dunia Islam, Al-Kindi memandang filasafat sebagai ilmu pengetahuan yang mulia. Sebab, melalui filsafat-lah, manusia bisa belajar mengenai sebab dan realitas Ilahi yang pertama da merupakan sebab dari semua realitas lainnya.

Baginya, filsafat adalah ilmu dari segala ilmu dan kearifan dari segala kearifan. Filsafat, dalam pandangan Al-Kindi bertujuan untuk memperkuat agama dan merupakan bagian dari kebudayaan Islam.

Salah seorang penulis buku tentang studi Islam, Henry Corbin, menggambarkan akhir hayat dari sang filosof Islam. Menurut Corbin, pada tahun 873, Al-Kindi tutup usia dalam kesendirian dan kesepian. Saat itu, Baghdad tengah dikuasai rezim Al-Mu’tamid. Begitu dia meninggal, buku- buku filsafat yang dihasilkannya banyak yang hilang.

Sejarawan Felix Klein-Franke menduga lenyapnya sejumlah karya filsafat Al-Kindi akibat dimusnahkan rezim Al-Mutawakkil yang tak senang dengan paham Muktazilah. Selain itu, papar Klein-Franke, bisa juga lenyapnya karya-karya AL-Kindi akibat ulah serangan bangsa Mongol di bawah pimpinan Hulagu Khan yang membumihanguskan kota Baghdad dan Baitulhikmah.

Hingga kini, Al-Kindi tetap dikenang sebagai ilmuwan Islam yang banyak berjasa bagi ilmu pengetahuan dan peradaban manusia.

Kitab Pemecah Kode

Sebagai ilmuwan serba bisa, Al-Kindi tak cuma melahirkan pemikiran di bidang filsafat saja. Salah satu karyanya yang termasuk fenomenal adalah Risalah Fi Istikhraj al-Mu’amma. Kitab itu mengurai dan membahas kriptologi atau seni memecahkan kode. Dalam kitabnya itu, Al-Kindi memaparkan bagaimana kode-kode rahasia diurai.

Teknik-teknik penguraian kode atau sandi-sandi yang sulit dipecahkan dikupas tuntas dalam kitab itu. Selain itu, ia juga mengklasifikasikan sandi-sandi rahasia serta menjelaskan ilmu fonetik Arab dan sintaksisnya. Yang paling penting lagi, dalam buku tersebut, A-Kindi mengenalkan penggunaan beberapa teknik statistika untuk memecahkan kode-kode rahasia.

Kriptografi dikuasainya, lantaran dia pakar di bidang matematika. Di area ilmu ini, ia menulis empat buku mengenai sistem penomoran dan menjadi dasar bagi aritmatika modern. Al-Kindi juga berkontribusi besar dalam bidang geometri bola, bidang yang sangat mendukungnya dalam studi astronomi

Bekerja di bidang sandi-sandi rahasia dan pesan-pesan tersembunyi dalam naskah-naskah asli Yunani dan Romawi mempertajam nalurinya dalam bidang kriptoanalisa. Ia menjabarkannya dalam sebuah makalah, yang setelah dibawa ke Barat beberapa abad sesudahnya diterjemahkan sebagai Manuscript on Deciphering Cryptographic Messages. ”Salah satu cara untuk memecahkan kode rahasia, jika kita tahu bahasannya adalah dengan menemukan satu naskah asli yang berbeda dari bahasa yang sama, lalu kita hitung kejadian-kejadian pada tiap naskah Pilah menjadi naskah kejadian satu, kejadian dua, dan seterusnya,” kata Al-Kindi.

Setelah itu, lanjut Al-Kindi, baru kemudian dilihat kepada teks rahasia yang ingin dipecahkan. Setelah itu dilanjutkan dengan melakukan klasifikasi simbol-simbolnya. ”Di situ kita akan menemukan simbol yang paling sering muncul, lalu ubahlah dengan catatan kejadian satu, dua, dan seterusnya itu, sampai seluruh simbol itu terbaca.”

Teknik itu, kemudian dikenal sebagai analisa frekuensi dalam kriptografi, yaitu cara paling sederhana untuk menghitung persentase bahasa khusus dalam naskah asli, persentase huruf dalam kode rahasia, dan menggantikan simbol dengan huruf.

Filsafat Al-Kindi

Bagi Al-Kindi, filsafat adalah ilmu pengetahuan yang mulia. Filsafatnya tentang keesaan Tuhan selain didasarkan pada wahyu juga proposisi filosofis. Menurut dia, Tuhan tak mempunyai hakikat, baik hakikat secara juz’iyah atau aniyah (sebagian) maupun hakikat kulliyyah atau mahiyah (keseluruhan).

Dalam pandangan filsafat Al-Kindi, Tuhan tidak merupakan genus atau species. Tuhan adalah Pencipta. Tuhan adalah yang Benar Pertama (al-Haqq al-Awwal) dan Yang Benar Tunggal. AL-Kindi juga menolak pendapat yang menganggap sifat-sifat Tuhan itu berdiri sendiri. Tuhan haruslah merupakan keesaan mutlak. Bukan keesaan metaforis yang hanya berlaku pada obyek-obyek yang dapat ditangkap indera.

Menurut Al-Kindi, Tuhan tidak memiliki sifat-sifat dan atribut-atribut lain yang terpisah dengan-Nya, tetapi sifat-sifat dan atribut-atribut tersebut haruslah tak terpisahkan dengan Zat-Nya. Jiwa atau roh adalah salah satu pembahasan Al-Kindi. Ia juga merupakan filosof Muslim pertama yang membahas hakikat roh secara terperinci.

Al-Kindi membagi roh atau jiwa ke dalam tiga daya, yakni daya nafsu, daya pemarah, dan daya berpikir. Menurutnya, daya yang paling penting adalah daya berpikir, karena bisa mengangkat eksistensi manusia ke derajat yang lebih tinggi.

Al-Kindi juga membagi akal mejadi tiga, yakni akal yang bersifat potensial, akal yang telah keluar dari sifat potensial menjadi aktual, dan akal yang telah mencapai tingkat kedua dari aktualitas.

Akal yang bersifat potensial, papar Al-Kindi, tak bisa mempunyai sifat aktual, jika tak ada kekuatan yang menggerakkannya dari luar. Oleh karena itu, menurut Al-Kindi, masih ada satu macam akal lagi, yakni akal yang selamanya dalam aktualitas.

Selasa, 01 Februari 2011

MENGENAL LIVE DVD PERISAI ANAK PERISAI Anak menggunakan konsep Live DVD. Ini berarti DVD PERISAI Anak bisa langsung dipergunakan tanpa harus diinstal terlebih dahulu. PERISAI Anak adalah suatu suatu sistem operasi yang mandiri sehingga untuk menjalankannya tidak memerlukan sistem operasi lain (misal Windows). Oleh karena itu, PERISAI Anak bisa langsung dipergunakan sekalipun didalam komputer tidak terdapat sistem operasi (Windows).

Bahkan menariknya, Anda tidak perlu memiliki harddisk untuk menggunakan PERISAI Anak. Hal ini dimungkinkan mengingat sifat PERISAI Anak yang Live DVD, sehingga bisa dijalankan langsung dari DVD tanpa harus boot dari sistem operasi di harddisk terlebih dahulu.

MEMULAI PERISAI ANAK Untuk memulai PERISAI Anak sangatlah mudah :

  1. Nyalakan komputer dan langsung masukkan DVD PERISAI Anak. Dalam beberapa saat PERISAI Anak akan muncul di layar.
  2. Ikuti petunjuk di layar sampai Anda masuk ke Desktop PERISAI Anak.
  3. Setelah masuk desktop, program-program dalam PERISAI Anak sudah bisa langsung dipergunakan tanpa harus menginstalnya terlebih dahulu.

NB: Untuk kenyamanan dan kecepatan, nantinya Anda dianjurkan menginstal PERISAI Anak ke dalam harddisk.

PEMECAHAN MASALAH Jika Anda tidak berhasil masuk ke dalam desktop PERISAI Anak, silakan cek beberapa hal berikut ini :

  • BIOS : Pastikan komputer Anda telah diatur untuk bisa dijalankan dari CD/DVD. Pengaturan biasanya dilakukan pada layar pembuka komputer dengan menekan tombol DEL atau F2 (berbeda-beda tergantung pada komputer yang dipergunakan)
  • WINDOWS : Jika Anda masuk ke desktop Windows, kemungkinan BIOS belum diatur untuk boot dari DVD atau Anda terlambat memasukkan DVD PERISAI Anak. Pastikan Anda memasukkan DVD PERISAI Anak sebelum logo Windows terlihat di layar. Jalankan ulang komputer (restart) jika hal ini terjadi.

Jika pengaturan BIOS sudah dilakukan dengan benar dan Anda memasukkan DVD PERISAI Anak sebelum logo Windows muncul di layar, seharusnya Anda sudah bisa melihat sistem PERISAI Anak. Jika kedua hal ini sudah Anda lakukan dengan benar namun masih mengalami kendala, silakan hubungiDukungan Teknis PERISAI Anak atau diskusikan dengan pengguna lainnya di Facebook PERISAI Anak.

[X]
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger